Tafsir Surah Al-Fatihah Lengkap - Analisis Berbagai Mufasir
Surah Al-Fatihah merupakan pembuka dalam mushaf Al-Qur'an yang memiliki kedudukan sangat agung. Artikel ini menyajikan kompilasi keterangan para mufasir mengenai identitas, nama-nama, tempat turun, hingga kandungan global dari surah yang dikenal sebagai induk Al-Qur'an ini
Teks Ayat dan Terjemahan
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ (٧)
Terjemah:
- Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
- Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
- Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
- Pemilik hari Pembalasan.
- Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
- Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
- (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
Nama-Nama Surah Al-Fatihah
Para mufasir menyebutkan banyak nama bagi surah ini yang menunjukkan keutamaannya. Al-Qurthubi menyebutkan bahwa surah ini dinamai As-Sab'u Al-Matsani berdasarkan riwayat hadis Al-Bukhari dari Abu Sa'id Al-Mu'alla. Ia juga menyebutnya Fatihatul Kitab merujuk pada riwayat dari Mujahid tentang jeritan iblis saat surah ini diturunkan (Al-Qurthubi, Jilid 1).
Asy-Syaukani menjelaskan bahwa asal makna Al-Fatihah adalah permulaan sesuatu yang dengannya sesuatu itu dibuka. Nama ini telah dikenal sejak masa kenabian karena ia yang pertama kali ditulis dalam mushaf dan dibaca dalam Al-Kitab (Asy-Syaukani, Jilid 1). Selain itu, Quraish Shihab mengutip Al-Biqa'i yang menyebutkan nama-nama lain seperti Al-Asas (asas segala sesuatu), Al-Kanz (perbendaharaan), Asy-Syafiyah (penyembuh), Al-Kafiyah (yang mencukupi), Al-Waqiyah (yang melindungi), dan Ar-Ruqyah (mantera) (Quraish Shihab, Jilid 1).
Berikut adalah daftar nama lain Surah Al-Fatihah yang dihimpun dari berbagai sumber tafsir:
| No | Nama Lain Surah Al-Fatihah | Arti/Makna | Mufasir / Sumber |
|---|---|---|---|
| 1 | Ash-Shalah | Shalat / Doa | Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Quraish Shihab |
| 2 | Al-Hamd | Pujian | Al-Qurthubi, Asy-Syaukani, Quraish Shihab |
| 3 | Fatihatul Kitab | Pembuka Al-Kitab | Al-Qurthubi, Asy-Syaukani, Hamka |
| 4 | Ummul Kitab / Ummul Qur'an | Induk Al-Kitab / Induk Al-Qur'an | Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Hamka, Quraish Shihab |
| 5 | As-Sab'ul Matsani | Yang Diulang-ulang | Al-Qurthubi, Asy-Syaukani, At-Thabari |
| 6 | Al-Qur'an Al-Adzim | Al-Qur'an yang Agung | Al-Qurthubi |
| 7 | Asy-Syifa / Asy-Syafiyah | Penawar / Penyembuh | Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Quraish Shihab |
| 8 | Ar-Ruqyah | Mantera | Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Quraish Shihab |
| 9 | Al-Asas | Dasar | Al-Qurthubi, Quraish Shihab |
| 10 | Al-Waafiyah / Al-Waafi'ah | Yang Lengkap | Al-Qurthubi, Asy-Syaukani |
| 11 | Al-Kafiyah | Yang Mencukupi | Al-Qurthubi, Quraish Shihab |
| 12 | Al-Kanz | Perbendaharaan | Asy-Syaukani, Quraish Shihab |
| 13 | Asy-Syukr | Syukur | Quraish Shihab |
| 14 | Al-Waqiyah | Yang Melindungi | Quraish Shihab |
Tempat Turunnya Surah (Makkiyah atau Madaniyyah)
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tempat turunnya Surah Al-Fatihah:
- Makkiyah: Pendapat ini didukung oleh Ibnu Abbas, Qatadah, Abu Al-Aliyah Ar-Rayahi, Jalaluddin Al-Mahalli & As-Suyuti, Wahbah Zuhaili, serta merupakan pendapat terkuat menurut Hamka (Al-Qurthubi, Jalalain, Al-Munir, Al-Azhar).
- Madaniyyah: Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Hurairah, Mujahid, Atha' bin Yasar, dan Az-Zuhri (Al-Qurthubi).
- Turun Dua Kali: Sebagian ulama berpendapat surah ini turun dua kali, sekali di Makkah dan sekali di Madinah. Asy-Syaukani menyebutkan pendapat ini sebagai upaya sinkronisasi berbagai riwayat (Asy-Syaukani, Jilid 1).
Al-Qurthubi menyatakan bahwa pendapat pertama (Makkiyah) adalah yang paling sahih. Sementara itu, Hamka menegaskan bahwa meskipun bukan ayat yang pertama kali turun, Al-Fatihah adalah surah lengkap yang pertama kali turun di Makkah (Hamka, Jilid 1).
Jumlah Ayat dan Basmalah
Mayoritas umat Islam sepakat bahwa Surah Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai posisi Basmalah:
- Bagian dari Al-Fatihah: Pendapat kebanyakan qurra Kufah, sejumlah sahabat, dan tabi'in. Dalam Tafsir Jalalain, jika Basmalah adalah ayat pertama, maka ayat ketujuh dimulai dari shirathalladzina sampai akhir surah. At-Thabari juga menghadirkan pendapat mayoritas ahli Kufah ini (Jalalain, At-Thabari).
- Bukan Bagian dari Al-Fatihah: Pendapat para qurra dan ahli fikih Madinah. Al-Qurthubi menyebutkan ini sebagai pendapat yang sahih. Jika Basmalah bukan ayat pertama, maka ayat ketujuh dimulai dari ghairil maghdubi sampai akhir surah (Al-Qurthubi, Jalalain).
Terdapat pula pendapat asing (syadz) seperti riwayat Husain Al-Ju'fi (6 ayat) dan Amru bin Ubaid (8 ayat, dengan menjadikan Iyyaka Na'budu sebagai satu ayat tersendiri) (Al-Qurthubi, Jilid 1).
Kandungan Global Surah Al-Fatihah
Para mufasir sepakat bahwa Surah Al-Fatihah mencakup seluruh inti ajaran Al-Qur'an:
- Al-Qurthubi: Menyebutkan surah ini mengandung 25 kata yang mencakup semua pengetahuan Al-Qur'an, meliputi tauhid, ibadah, nasihat, dan zikir (Al-Qurthubi, Jilid 1).
- Sayyid Quthb: Menjelaskan bahwa surah ini memuat akidah Islamiah dan konsep Islam secara garis besar, yang menjadi hikmah mengapa surah ini wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat (Sayyid Quthb, Jilid 1).
- Wahbah Zuhaili: Menjabarkan bahwa Al-Fatihah mencakup pokok dan cabang agama, akidah, ibadah, tasyri', iman kepada hari kebangkitan, serta Asmaul Husna (Wahbah Zuhaili, Jilid 1).
- Hasbi Ash-Shiddieqy: Menjelaskan kandungan tauhid, janji pahala (wa'ad), ancaman siksa (wa'id), serta kisah orang-orang terdahulu yang mendapat hidayah maupun yang sesat (Hasbi Ash-Shiddieqy, Jilid 1).
- Marwan bin Musa: Menekankan adanya tiga jenis tauhid dalam surah ini: tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma wa sifat (Marwan bin Musa, Jilid 1).
Quraish Shihab menyimpulkan bahwa tujuan utama Surah Al-Fatihah adalah menetapkan kewajaran Allah SWT untuk menerima segala pujian, meyakini kepemilikan-Nya atas dunia dan akhirat, serta kewajaran-Nya untuk disembah dan dimohonkan pertolongan (Quraish Shihab, Jilid 1).
Keutamaan Membaca Al-Fatihah
Al-Qurthubi mengutip Al-Busti yang menjelaskan sabda Nabi bahwa tidak ada yang semisal Ummul Qur'an dalam Taurat maupun Injil. Hal ini menunjukkan anugerah Allah bagi umat Islam dengan memberikan pahala membaca Al-Fatihah yang lebih besar daripada pahala membaca kitab-kitab sebelumnya (Al-Qurthubi, Jilid 1). Asy-Syaukani juga mengutip riwayat Abu Ubaid bahwa membaca Al-Fatihah seolah-olah membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Asy-Syaukani, Jilid 1).
Rangkuman Pembahasan
Berdasarkan kompilasi pendapat para mufasir yang telah dipaparkan, poin-poin utama mengenai Surah Al-Fatihah mencakup hal-hal berikut:
- Identitas Nama: Surah ini memiliki banyak nama yang menunjukkan keutamaannya, di antaranya As-Sab'u Al-Matsani, Fatihatul Kitab, Ummul Qur'an, hingga Asy-Syifa.
- Tempat Turun: Terdapat tiga pendapat utama mengenai tempat turunnya, yaitu Makkiyah (pendapat terkuat menurut Hamka), Madaniyyah, atau turun di kedua tempat tersebut sebagai bentuk sinkronisasi riwayat.
- Status Basmalah: Terjadi perbedaan pendapat mengenai apakah Basmalah merupakan bagian dari ayat surah ini atau bukan, yang berimplikasi pada pembagian urutan tujuh ayat di dalamnya.
- Cakupan Kandungan: Para mufasir sepakat bahwa surah ini mengandung inti sari seluruh Al-Qur'an, mulai dari prinsip tauhid (Rububiyyah, Uluhiyyah, Asma wa Sifat), akidah, ibadah, hingga sejarah umat terdahulu.
- Keutamaan: Penegasan mengenai keagungan surah ini yang tidak ditemukan tandingannya dalam kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat maupun Injil.
Daftar Referensi
Daftar referensi disusun berdasarkan kronologi masa hidup mufasir (dari klasik ke kontemporer):
- Tafsir At-Thabari (Jami' al-Bayan 'an Ta'wil ay al-Qur'an), Jilid 1.
- Tafsir Al-Qurthubi (Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an) karangan Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, Jilid 1.
- Tafsir Ibnu Katsir (Lubabut Tafsir Min Ibnu Katsir), Jilid 1.
- Tafsir Jalalain karangan Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuti, Jilid 1.
- Tafsir Fathul Qadir karangan Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, Jilid 1.
- Tafsir An-Nuur karangan Hasbi Ash-Shiddieqy, Jilid 1.
- Tafsir Al-Azhar karangan HAMKA, Jilid 1.
- Tafsir Fi Zhilalil Qur'an karangan Sayyid Quthb, Jilid 1.
- Tafsir Al-Munir karangan Wahbah Zuhaili, Jilid 1.
- Tafsir Al-Misbah karangan M. Quraish Shihab, Jilid 1.
- Tafsir Hidayatul Insan karangan Abu Yahya Marwan bin Musa, Jilid 1.