Lewati ke konten utama
📅 Sabtu, 11 April 2026  —  🕒 21.18 WIB  —  🗓 Sabtu, 23 Syawal 1447 H  —  🕋 Jadwal Shalat Kab/Kota: Pilih kabupaten/kota untuk melihat jadwal shalat.  —  

Cara Kerja Partisi Windows, C D E F dan Drive Lama A B

Kurator: Harris Muda, S.Ag

Banyak pengguna melihat C:, D:, E:, F: di File Explorer, tapi tidak benar-benar paham bedanya.
Akibatnya, semua file ditaruh di satu tempat, lalu saat install ulang data ikut hilang.

Kalau semua drive dianggap sama, semua risiko juga akan dibaca salah.

Partisi Itu Apa?​

Partisi adalah pembagian ruang penyimpanan menjadi beberapa "ruangan".
Windows memberi nama ruangan ini dengan huruf drive: C:, D:, E:, F:, dan seterusnya.

Sederhananya:

  • C: biasanya untuk sistem Windows + aplikasi.
  • D: dan seterusnya biasanya dipakai untuk data pengguna.

Jadi meski fisik disknya satu, secara logika bisa dibagi jadi beberapa bagian.

Kenapa C: Berbeda dari D:/E:/F:?​

C: adalah area paling sering terkena dampak saat:

  • update besar gagal,
  • perbaikan sistem,
  • reset/install ulang.

Kalau dokumen kerja ditumpuk di C:, risiko kehilangan data jadi lebih tinggi.
Karena itu, file kerja sebaiknya dipindahkan ke D: (atau partisi data lain), lalu dibackup lagi ke media eksternal/cloud.

Baca

Cara Cepat Membaca Huruf Drive

  • C: biasanya area sistem dan aplikasi.
  • D: dan seterusnya biasanya lebih aman untuk arsip kerja.
  • Kalau ragu, jangan setujui format sebelum tahu drive mana yang disentuh.

Lalu A: dan B: Itu Apa?​

Di era lama, A: dan B: dipakai untuk floppy disk drive.
Sekarang hampir tidak dipakai di laptop modern, tapi jejak penamaan itu masih menjadi bagian sejarah sistem huruf drive di Windows.

Jadi kalau Anda pernah dengar istilah "drive floppy", itu konteks lama dari A:/B:.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi​

  1. Mengira semua drive sama saja.
  2. Menyimpan semua file penting di Desktop/Documents (yang biasanya berada di C:).
  3. Tidak tahu partisi mana yang akan diformat saat install ulang.

Kebiasaan Aman untuk Penyuluh​

  1. Anggap C: sebagai rumah sistem, bukan gudang arsip.
  2. Simpan file kerja di D: atau partisi data.
  3. Backup salinan ke harddisk eksternal/flashdisk/cloud.
  4. Saat ke servis, tanya jelas partisi mana yang disentuh.

Kalau empat kebiasaan ini jalan, risiko kehilangan data saat troubleshooting turun jauh.

Anggap C: sebagai ruang mesin. Arsip kerja jangan ditaruh di ruang mesin.

Baca Juga​

Bagikan artikel ini: