Simulasi Zakat Pertanian
Simulasi ini untuk hasil panen yang bisa disimpan lama seperti padi, jagung kering, dan kacang-kacangan. Patokan nisab mengikuti rujukan NU.
Baca panduan penggunaan dan baca tanya jawab lengkap.
Simulasi Cepat
Zakat Pertanian untuk Hasil Panen
Hitung zakat hasil panen yang bisa disimpan lama. Masukkan jumlah panen, utang biaya produksi, dan cara pengairan, lalu aplikasi menghitung nisab dan zakat yang perlu ditunaikan.
Patokan Nisab815,76 kg beras
Catatan penting: Jika Anda bertani sayur atau buah segar yang cepat rusak (cabai, bawang, tomat, dan sejenisnya), hasil panen tersebut umumnya bukan zakat pertanian. Zakat yang cocok adalah zakat mal jika uang hasil penjualan mencapai nisab dan genap 1 tahun.Gunakan Simulasi Zakat Mal →
Data Panen
Biaya & Air
Tips: Jika air dari hujan/mata air, pilih “Alami”. Jika memakai pompa/irigasi berbiaya, pilih “Berbiaya”.
Lihat catatan penting & contoh hitung
Batas wajib zakat (nisab) padi/beras: 1.631,52 kg gabah atau 815,76 kg beras. Yang bisa dikurangkan hanya utang untuk biaya produksi (misalnya utang pupuk atau sewa alat), bukan semua biaya harian.
Contoh hasil panen yang bisa disimpan lama: padi, jagung kering, kacang kering, sagu/tepung, atau umbi yang sudah dikeringkan.
Sayur dan buah segar seperti cabai, bawang, tomat, mentimun umumnya bukan zakat pertanian. Jika hasilnya dijual, zakatnya mengikuti zakat mal bila uangnya mencapai nisab dan genap 1 tahun.
Contoh cepat: Panen hasil kering 2 ton (2.000 kg) dengan air alami. Zakatnya 10% × 2.000 kg = 200 kg. Jika pakai irigasi berbiaya, zakatnya 5% × 2.000 kg = 100 kg.
Simulasi ini memakai pendapat yang lebih kuat: zakat dihitung dari hasil panen setelah dikurangi utang biaya produksi, dengan kadar 10% (air alami) atau 5% (air berbiaya). Hasil ini untuk edukasi. Jika ragu, silakan tanya amil zakat atau ulama setempat.
Laporkan Masalah