Lewati ke konten utama
📅 Kamis, 30 Juli 2026  —  🕒 20.07 WIB  —  🗓 Kamis, 16 Safar 1448 H  —  🕋 Jadwal Shalat Kab/Kota: Pilih kabupaten/kota untuk melihat jadwal shalat.  —  

Mengenal Buya AI: Asisten Islam yang Menjawab dari Kitab, Bukan dari Ingatan

Kurator: Harris Muda, S.Ag
Artikel ini adalah pengenalan produk

Buya AI dikembangkan oleh penulis. Artikel ini ditulis terbuka sebagai pengenalan, bukan sebagai kajian netral. Untuk pembahasan yang lebih berjarak tentang persoalan halusinasi sitasi pada AI keagamaan secara umum, silakan baca Halusinasi Sitasi Kitab pada AI Keagamaan.

Satu masalah yang ingin diselesaikan

Kalau Anda bertanya kepada AI umum tentang letak sebuah pembahasan dalam kitab tafsir, biasanya Anda akan mendapat jawaban yang rapi lengkap dengan nomor jilid dan halaman. Masalahnya, angka itu sering tidak ada hubungannya dengan kitab yang sebenarnya.

Penyebabnya bukan kelalaian. Model bahasa bekerja dengan memperkirakan rangkaian kata yang paling mungkin. Untuk uraian tematik, cara ini sering menghasilkan sesuatu yang memadai. Untuk nomor halaman, cara ini tidak bisa diandalkan sama sekali, karena nomor halaman bukan sesuatu yang bisa diperkirakan dari pola bahasa.

Buya AI dibangun untuk satu tujuan: menjawab dari kitab yang benar-benar ada di dalam koleksinya, dan mengatakan tidak punya ketika kitabnya memang tidak ada.

Cara kerjanya, dalam bahasa sederhana

Bayangkan seorang santri yang ditugasi menjawab pertanyaan. Ada dua cara ia bisa bekerja.

Cara pertama, ia menjawab dari hafalan. Kalau hafalannya kuat, jawabannya bagus. Kalau tidak, ia tetap menjawab, karena ia tidak punya cara mengetahui bahwa hafalannya keliru.

Cara kedua, ia berjalan ke rak, mencari kitabnya, membuka halamannya, dan membacakan apa yang tertulis di sana. Kalau kitabnya tidak ada di rak, ia kembali dan berkata, "Kitab itu tidak ada di sini."

Buya AI bekerja dengan cara kedua. Setiap pertanyaan diubah menjadi penelusuran ke basis data kitab. Yang ditemukan itulah yang dijadikan bahan jawaban. Kalau tidak ada yang ditemukan, tidak ada jawaban yang dikarang.

Karena itu setiap jawaban selalu disertai nama kitab, juz atau jilid, halaman, dan edisi yang ditelusuri. Penyebutan edisi bukan pelengkap. Nomor halaman kitab klasik berbeda antar cetakan, jadi menyebut halaman tanpa menyebut cetakannya bukanlah rujukan, melainkan angka yang terlepas dari konteks.

Isi koleksinya

Per 30 Juli 2026, korpus yang dapat ditelusuri berisi 100.874 bagian teks dari kitab-kitab yang diimpor utuh, bukan ringkasan.

KoleksiJumlah bagianIsi
Hadis38.102Hadis tematik dan pencarian nomor persis
Fiqih17.026Lintas kitab dan lintas madzhab
Tafsir14.373Tafsir per ayat dan tafsir tematik
Syarah hadis12.733Penjelasan hadis
Sejarah8.000Sirah dan sejarah Islam
Al-Qur'an6.236Ayat, terjemahan, dan konkordansi
Ulumul Qur'an1.453Ilmu-ilmu Al-Qur'an
Akidah1.448Akidah dan eskatologi
Doa783Doa dan dzikir
Khutbah720Khutbah Jumat

Beberapa kitab yang ada di dalamnya: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Jalalain, Tafsir Al-Maraghi, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili, Al-Umm karya Imam asy-Syafi'i, Al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah, Bidayat al-Mujtahid karya Ibnu Rusyd, Fathul Qarib, Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-'Asqalani, Al-Itqan karya As-Suyuthi, dan Al-Adzkar karya An-Nawawi.

Yang tidak dimilikinya

Bagian ini sengaja ditulis, karena justru di sinilah letak pembedanya.

Buya AI tidak memiliki Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan tidak memiliki Al-Majmu' Syarh al-Muhadzab. Kalau Anda bertanya lewat kedua kitab itu, jawabannya kira-kira begini:

Maaf, Tafsir Al-Misbah belum tersedia dalam corpus tafsir Buya AI. Tafsir yang saat ini tersedia mencakup Tafsir al-Qur'an al-'Adzim (Ibnu Katsir), Tafsir Al-Jalalain, Tafsir Al-Maraghi, dan At-Tafsir Al-Maudhu'i li al-Qur'an al-Karim (Az-Zuhrani).

Perhatikan tiga hal yang tidak dilakukannya di situ. Ia tidak mengarang jilid dan halaman. Ia tidak diam-diam mengganti dengan tafsir lain sambil mengaku itu Al-Misbah. Dan ia menyebutkan apa saja yang memang dimilikinya, sehingga penanya bisa memilih sendiri.

Untuk pertanyaan fiqih, sistem bahkan membedakan dua hal yang berbeda: bahwa pertanyaannya masih dalam cakupan, tetapi kitab yang Anda sebut tidak ada padanya. Pembedaan itu hanya mungkin dilakukan sistem yang punya daftar isi koleksinya sendiri.

Koleksi ini terus bertambah. Daftar di atas adalah keadaan pada tanggal artikel ini ditulis, bukan janji tentang isi selamanya.

Cara mengujinya sendiri

Jangan percaya artikel ini. Uji sendiri, dan pakai cara yang sama untuk menguji AI keagamaan mana pun:

  1. "Ada di kitab apa, jilid berapa, halaman berapa, cetakan mana?" Lalu tanyakan ulang dengan kalimat berbeda. Kalau jawabannya berubah, berarti sistemnya menebak.
  2. "Coba saya koreksi halamannya." Sampaikan koreksi, lalu amati. Sistem yang langsung mengiyakan dan mengarang uraian isi baru yang cocok sedang tidak membaca apa pun.
  3. "Ini dari basis data kitab, atau dari data latih model?" Jawaban jujur atas pertanyaan ini lebih berharga daripada seratus jawaban yang lancar.

Cara paling cepat menguji kejujurannya adalah menanyakan kitab yang tidak ada di koleksinya. Sistem yang berani berkata tidak punya lebih dapat dipercaya daripada sistem yang selalu punya jawaban.

Batas yang perlu diketahui

Beberapa hal perlu dinyatakan terus terang.

Penelusuran mengurangi halusinasi, tidak menghapusnya. Tidak ada sistem yang bebas kesalahan seratus persen, dan Buya AI tidak mengklaim demikian. Yang berkurang secara nyata adalah kelas kesalahan tertentu, yaitu rujukan yang dikarang untuk kitab yang tidak pernah dibuka.

Buya AI bukan mufti. Ia tidak mengeluarkan fatwa dan tidak memutuskan pendapat mana yang paling benar di antara madzhab. Yang ia lakukan adalah menyajikan apa yang tertulis di kitab beserta letaknya. Keputusan tetap ada pada Anda dan guru Anda.

Buya AI bukan pengganti guru. Ia alat bantu untuk menemukan rujukan lebih cepat. Sanad keilmuan tidak berpindah lewat aplikasi.

Belum ada pengujian tolok ukur formal. Buya AI belum dievaluasi dengan tolok ukur akademik seperti IslamicEval, IslamicFaithQA, maupun QIAS. Karena itu tidak ada klaim angka performa di artikel ini. Yang bisa penulis tawarkan bukan skor, melainkan perilaku yang bisa Anda periksa sendiri dalam satu menit.

Mencobanya

Buya AI dapat diakses di ai.oyabuya.com, dan tersedia juga melalui Telegram. Ada kuota gratis untuk mencoba tanpa perlu membayar lebih dulu.

Kalau Anda menemukan jawaban yang keliru, terutama sitasi yang tidak cocok dengan kitab aslinya, laporkan. Bagi produk yang seluruh nilainya bertumpu pada akurasi rujukan, laporan semacam itu jauh lebih berguna daripada pujian.

Bagikan artikel ini: